Selasa, 14 Desember 2010

GROUP PROJECT RESEARCH POLA PENYEBARAN CINENEN PISANG (Orthotomus sutorius) DAN CINENEN JAWA (Prinia familiaris) DI KAMPUS IPB DARMAGA


MANFAAT

Mengetahui keberadaan dan tempat-tempat yang paling disukai oleh  Cinenen pisang (Orthotomus sutorius) dan/atau  Cinenen jawa (Orthotomus sepium) di kampus IPB Darmaga.
Cinenen pisang (Orthotomus sutorius) dan Cinenen jawa (Orthotomus sepium) merupakan burung pemakan ulat dan serangga kecil. keterkaitan pola makan ini berpengaruh terhadap penyebaran cinenen itu sendiri, karena umumnya satwa melakukan aktifitas untuk mencari makan.

Pembahasan

Salah satu dari spesies burung yang ada di kampus IPB Darmaga adalah Cinenen Pisang (Orthotomus sutorius) dan Cinenen Jawa (Orthotomus sepium), burung ini merupakan burung kecil yang memiliki keunikan baik dari ciri maupun dari suaranya.
Cinenen Pisang (Orthotomus sutorius) dan Cinenen Jawa (Orthotomus sepium) merupakan burung pemakan biji-bijian namun terkadang juga memakan serangga atau ulat kecil. Ciri-ciri Cinenen Pisang (Orthotomus sutorius) jantan yaitu bulu ekor tengah lebih panjang pada waktu berbiak, alis dan tubuh bawah kuning tua, serta ekor berdiri, sedangkan yang betina ekornya lurus. Cinenen Pisang (Orthotomus sutorius) jantan dan betina memiliki beberapa kesamaan ciri-ciri, yaitu kepala merah, alis kuning, sayap hijau muda kekuningan, paruh perut dada putih, dan paruh panjang runcing kecil. Ciri-ciri Cinenenen Jawa (Orthotomus sepium) yaitu kepala merah, tubuh atas tersapu zaitun, tubuh bawah kekuningtuaan, kaki berwarna merah, sayap hijau keputihan, serta ekor coklat.
Selama pengamatan di lapangan pengamat tidak pernah melihat Cinenen Pisang (Orthotomus sutorius) dan Cinenen Jawa (Orthotomus sepium) memanfaatkan relung yang sama dan ketika pengamat melihat keduanya dalam satu pohon yang sama misalnya pada pohon sengon burung ini memanfaatkan relung yang berbeda. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak pernah terjadi asosiasi ataupun persaingan antara Cinenen Pisang (Orhotomus sutorius) dengan Cinenen Jawa (Orthotomus sepium).



by: Debora Fretty Marpaung, Antari Desuciani, Aditya Kuspriyangga, Meidilaga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar